--:( Selamat datang di Blog Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung - pkkkabbandung.blogspot.com ):--

Rabu, 04 April 2018

Sabilulungan Ngaraksa Kertaraharja







HUT Kabupaten Bandung ke 377
Selogan HUT Kabupaten Bandung ke 377
SABILULUNGAN NGARAKSA KERTARAHARJA

Mengandung makna sabilulungan menjaga, memelihara dan menumbuhkembangkan untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang sejahtera lahir dan batin secara seimbang, serasi adil dan merata

Mulang Ka Indung Nyaah Ka Bandung
Bandung 1000 Kampung

Maknanya adalah:
  1. Kabupaten Bandung adalah ibu (indung) dari Kabupaten/Kota lain yang ada di wilayah Bandung Raya
  2. Kabupaten Bandung menjadi penyangga utama Ibukota Propinsi Jawa Barat
  3. Sumber daya alam, hutan, sumber air bersih, sampai hulu Citarum ada di wilayah Kabupaten Bandung
  4. Seluruh komponen daerah harus “nyaah ka Bandung” yaitu menjaga alam dan lingkungan di wilayah Kabupaten Bandung untuk kemaslahatan bersama
  5. Kabupaten Bandung memiliki sumber daya manusia unggulan yang sudah berkarya baik di tingkat nasional maupun internasional dengan berbagai profesi.
Dan saat ini sudah saatnya mereka “Mulang ka Indung nyaah ka Bandung” untuk membantu mewujudkan kabupaten Bandung yang maju mandiri dan berdaya saing dengan salah satu program unggulan “Bandung Sarebu Kampung”

Kamis, 26 Januari 2017

Sejarah Pembinaan Kesejahteraan Keluarga ( P K K )

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK, adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia.
PKK terkenal akan "10 program pokok"-nya.
10 Program Pokok PKK pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar manusia, yaitu:
  1. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
  2. Gotong Royong
  3. Pangan
  4. Sandang
  5. Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga
  6. Pendidikan dan Ketrampilan
  7. Kesehatan
  8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi
  9. Kelestarian Lingkungan Hidup
  10. Perencanaan Sehat

Sejarah Pembinaan Kesejahteraan Keluarga ( P K K )

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai gerakan pembangunan masyarakat bermula dari seminar Home Economic di Bogor tahun 1957. Sebagai tindak lanjut dari seminar tersebut, pada tahun 1961 panitia penyusunan tata susunan pelajaran pada Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kementerian Pendidikan bersama kementerian-kementerian lainnya menyusun 10 segi kehidupan keluarga. Gerakan PKK dimasyarakatkan berawal dari kepedulian istri gubernur Jawa Tengah pada tahun 1967 (ibu Isriati Moenadi) setelah melihat keadaan masyarakat yang menderita busung lapar.

Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui 10 segi pokok keluarga dengan membentuk Tim Penggerak PKK di semua tingkatan, yang keanggotaan timnya secara relawan dan terdiri dari tokoh/pemuka masyarakat, para isteri kepala dinas/jawatan dan isteri kepala daerah s.d tingkat desa dan kelurahan yang kegiatannya didukung dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Pada tanggal 27 Desember 1972 mendagri mengeluarkan surat kawat no. Sus 3/6/12 kepada seluruh gubernur kdh tk. I Jawa Tengah dengan tembusan gubernur kdh seluruh indonesia, agar mengubah nama pendidikan kesejahteraan keluarga menjadi pembinaan kesejahteraan keluarga. Sejak itu gerakan PKKdilaksanakan di seluruh Indonesia dengan nama Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan tanggal 27 Desember ditetapkan sebagai "hari kesatuan gerak PKK" yang diperingati pada setiap tahun.

Dalam era reformasi dan ditetapkannya TAP MPR no. IV/MPR/1999 tentang GBHN 1999-2004, serta pelaksanaan otonomi daerah berdasarkan undang-undang no.22 tahun 1999 dan undang-undang no.25 tahun 1999, tetapi PKK pusat tanggap dengan mengadakan penyesuaian-penyesuaian yang disepakati dalam rakernaslub pkk tanggal 31 Oktober s.d 2 November 2000 di bandung dan hasilnya merupakan dasar dalam perumusan keputusan menteri dalam negeri dan otonomi daerah no. 53 tahun 2000, yang selanjutnya dijabarkan dalam pedoman umum gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ini.

Hal yang mendasar antara lain adalah perubahan nama gerakan PKK dari gerakan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga menjadi gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

Selasa, 27 Desember 2016

 
Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bandung, Hj. Kurnia Dadang Naser

Hari Kesatuan Gerak PKK dari tanggal 27 Desember menjadi 4 Maret.

PKK yang merupakan gerakan pembangunan masyarakat bermula dari Seminar Home Economic di Bogor pada tahun 1957, yang menghasilkan rumusan 10 Segi Kehidupan Keluarga.

Kemudian ditindak lanjuti oleh Kementrian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan pada tahun 1961 yang menetapkan 10 Segi Kehidupan Keluarga sebagai Kurikulum Pendidikan Kesejahteraan Keluarga yang diajarkan di sekolah-sekolah oleh Pendidikan Masyarakat (PENMAS) sampai sekarang.

Pada bulan Mei tahun 1962 di Desa Salaman Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, didirikan Pusat Latihan Pendidikan Masyarakat (PLPM) untuk menyebarluaskan 10 Segi Kehidupan Keluarga.
Sekitar tahun 1967 kehidupan sebagian masyarakat Jawa Tengah sangat menyedihkan dan memprihatinkan, khususnya daerah Dieng Kabupaten Wonosobo diantara mereka banyak yang menderita Honger Odeem (HO).

Kenyataan itu menyentuh hati Ibu Isriati Moenadi, sebagai Isteri Gubernur Jawa Tengah saat itu, beliau merasa bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakatnya dan berinisiatif membentuk PKK di Jawa Tengah, dari tingkat Provinsi sampai ketingkat Desa dan Kelurahan. Dengan susunan pengurus terdiri dari unsur-unsur Isteri Pimpinan Daerah, Tokoh-tokoh masyarakat, perempuan dan laki-laki untuk melaksanakan 10 Segi Pokok PKK secara intensif.

Dari keberhasilan PKK di Jawa Tengah, maka Presiden RI menganjurkan kepada Menteri Dalam Negeri Bapak Amir Machmud agar PKK dilaksanakan di daerah-daerah seluruh Indonesia.
Pada tanggal 27 Desember 1972 Menteri Dalam Negeri mengirimkan Surat Kawat Nomor : SUS 3/6/12 tangal 27 Desember 1972 kepada Gubernur Jawa Tengah untuk merubah nama Pendidikan Kesejahteraan Keluarga menjadi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, tembusan disampaikan kepada Gubernur seluruh Indonesia.

Sejak tahun 1974 Ketua PKK Jawa Tengah Ibu Kardinah Soepardjo Rustam banyak menerima tamu-tamu dari Luar Negeri seperti; Pakistan, Burma, Malaysia dan lain-lainnya untuk belajar mengenai PKK.
Pada tahun 1978 Gubernur Jawa Tengah Bapak Soepardjo Roestam melaporkan kepada Menteri Dalam Negeri tentang hasil Lokakarya Pembudayaan 10 Segi Pokok PKK menjadi 10 Program Pokok PKK yang sampai sekarang menjadi program Gerakan PKK.

Tujuan Gerakan PKK untuk mencapai keluarga sejahtera dengan tidak membeda-bedakan golongan, agama, partai dan lain-lain . Hal ini menarik perhatian Pemerintah yang selanjutnya Gerakan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diatur dan dibina oleh Departemen Dalam Negeri. Berdasarkan Keputusan Presiden No 28 Tahun 1980, tentang Perubahan LSD menjadi Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) dan PKK sebagai Seksi ke 10 di LKMD.

Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 4 tahun 1982, Tim Penggerak PKK Pusat dibentuk dan dipimpin oleh Ibu Amir Mahmud, Isteri Menteri Dalam Negeri pada tahun 1982.
Sebagai langkah selanjutnya, diadakan pemantapan Gerakan PKK baik tentang pengelolaan dan pengorganisasiannya maupun program kerja dan administrasi melalui Pelatihan, Orientasi, RAKON dan RAKERNAS.

RAKERNAS I PKK diadakan pada bulan Maret 1982. Selanjutnya pada tahun 1983 dibawah pimpinan Ibu Kardinah Soepardjo Roestam, melaksanakan RAKERNAS II PKK untuk memantapkan kelembagaan PKK dengan 10 Program Pokok PKK nya.
Setiap tahun diadakan Rapat Konsultasi, lima tahun sekali diselenggarakan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) PKK.

Kemudian pada Sidang Umum MPR Tahun 1983, berdasarkan TAP MPR No. II/ MPR/1983 tentang GBHN, Pembinaan Kesejahteraan Keluarga ditetapkan sebagai salah satu wahana untuk meningkatkan Peranan Wanita Dalam Pembangunan.

Pada tahun 1984 Menteri Dalam Negeri menerbitkan Surat Keputusan No. 28 Tahun 1984 tentang Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang menetapkan tentang pengertian, tujuan, sasaran, fungsi, tugas Gerakan PKK dan ketentuan atribut-atributnya.

Tahun 1987 atas persetujuan Presiden RI dibentuk Kelompok-kelompok PKK Dusun/Lingkungan, RW, RT dan kelompok Dasawisma, guna meningkatkan pembinaan warga dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK dan mulai tahun 1988 PKK mendapatkan penghargaan-penghargaan Internasional seperti Maurice Pate, Sasakawa Health Price, maupun penghargaan tingkat nasional untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama ini antara lain dalam bidang; kesehatan, pendidikan, keluarga berencana, lingkungan hidup dan lainnya.

RAKERNAS III PKK dilaksanakan pada saat dipimpin oleh Ketua Umum Ibu Kardinah Soepardjo Rustam pada tahun 1988, memantapkan pelaksanaan program-program PKK dan mendapatkan penghargaan Hari Bumi Sedunia di Miami, Amerika.

Pada tahun 1993 dalam RAKERNAS IV PKK, yang dipimpin oleh Ketua Umum Ibu Odiana Rudini telah memutuskan untuk ”MENETAPKAN TANGGAL 27 DESEMBER SEBAGAI HARI KESATUAN GERAK PKK”, yang diperingati setiap tahun.

Pada bulan Desember 1997 menyelenggarakan Jambore Nasional Kader Posyandu yang pertama diikuti oleh Kader-kader PKK dari 27 provinsi, kabupaten/kota, desa/kelurahan.

RAKERNAS V diadakan pada tahun 1998 dipimpin oleh Ketua Umum Ibu. Emy Yogie S.M.
Dalam Rakernas tersebut Menteri Dalam Negeri Bapak Yogie S.M selaku Pembina PKK memberikan penghargaan kepada Pelindung, Penasehat, Kader-kader PKK yang telah berpartisipasi selama 25 tahun atau lebih, 15 tahun dan 10 tahun tanpa terhenti.
Medali Tertinggi disebut PARAMAHITA NUGRAHA.
Medali Utama disebut ADHI BHAKTI UTAMA.
Medali Madya disebut ADHI BHAKTI MADYA.

Sesuai dengan Era Reformasi dan GBHN 1999 adanya paradigma baru pembangunan serta Otonomi Daerah berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 1999, maka Tim Penggerak PKK Pusat telah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional Luar Biasa PKK pada tanggal 31 Oktober sampai dengan 02 Nopember 2000 di Bandung, yang dipimpin oleh Ibu Suryadi Sudirdja, yang menghasilkan pokok-pokok kesepakatan antara lain, adalah pengertian dan nomenklatur Gerakan PKK berubah dari Pembinaan Kesejahteraan Keluarga menjadi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK., dan adanya Badan Penyantun TP PKK disemua tingkatan.

Hasil Kesepakatan Rakernaslub PKK tersebut selanjutnya ditetapkan menjadi Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah No. 53 Tahun 2000 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Dengan dasar Kepmendagri tersebut disusunlah Pedoman Umum Gerakan PKK sebagai panduan pelaksanaan Gerakan PKK, sampai saat ini.

Pada tahun 2005 TP PKK Pusat mengadakan Rakernas VI PKK dipimpin oleh Ketua Umum Ibu Susiyati Ma’ruf menetapkan perubahan nama Badan Penyantun PKK menjadi Dewan Penyantun PKK, serta adanya Seragam Nasional PKK.

Pada tahun 2010 diselenggarakan Rakernas VII PKK yang dipimpin oleh Ketua Umum TP PKK Ibu Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH yang menghasilkan rumusan antara lain tentang:
Penyesuaian dan penetapan Hari Kesatuan Gerak PKK dari tanggal 27 Desember menjadi 4 Maret.

Pada tahun 2013, diterbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 1 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Masyarakat melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.
Hal mendasar yang diatur dalam Permendagri tersebut adalah:
Pembinaan dan pengawasan terhadap Pemberdayaan Masyarakat melalui Gerakan PKK ada di Institusi yang membidangi Pemberdayaan Masyarakat.
Sebutan Dewan Penyantun menjadi Pembina sehingga Menteri Dalam Negeri menjadi Ketua Pembina TP PKK Pusat, Gubernur Ketua Pembina TP PKK Provinsi sampai dengan Kepala Desa/Lurah sebagai Ketua Pembina di wilayahnya masing-masing.

TIM PENGGERAK PKK PUSAT.

Jumat, 07 Desember 2012

Kunjungan kerja TP. PKK Kabupaten Bandung
Ke Desa Wisata Penting Sari

Desa Wisata Pentingsari adalah sebuah desa yang terletak di lereng gunung Merapi tepatnya di Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 

Berhawa sejuk panorama indah dikelilingi dua sungai yaitu kali Pawon dan kali Kuning maka desawisata Pentingsari (Dewi Peri) cukup menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan dalam dan luar negeri mudah- mudahan senang berkunjung di Dewi Peri yang masih asri dan lingkungan yang masih hijau dan masih alamiah dan keramahan warga serta kelestarian lingkungan sangat menyatu .

Desa Penting Sari adalah desa yang mendapatkan juara alam yang unik dan pelestarian budaya dan pada tanggal 14 juni 2012 mendapatkan penghargaan dari PKK untuk pelestarian alam dan budaya

Desa penting sari memilik home stay :
yang siap sebanyak 70 kk dan yang belum siap sebanyak 52 kk

Ada beberapa objek wisata di dusun penting sari yaitu :
1. Watu gendong
2. Watu payung
3. Watu gajah
4. Watu persembahan
5. Watu dakon
6. Makam pentingsari 

di pentingsari pun ada budaya yang perlu digali atu dipelihara yaitu kesenian kuda lumping, angguk, sholawatan, karawitan, cokekan, tarian jawa, tradisi manten / pernikahan, tradisi kenduri,mocopatan, gejog lesung, dolanan anak - anak

masing - masing desa / daerah tentunya memiliki ciri khas budaya tersendiri, banyak yang masih terpelihara, tetapi banyak pula yang
sudah hilang. Untuk itu perlu penggalian yang lebih mendalam terutama budaya - budaya yang sudah terlupakan.

Kamis, 27 September 2012

KUNJUNGAN KE DUSUN SERUT KECAMATAN PALBAPANG 
KABUPATEN BANTUL
TANGGAL 20 SEPTEMBER 2012

TP. PKK PALBAPANG MEMPUNYAI PRIORITAS PROGRAM DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM KERJANYA YAITU :
POKJA I
MEPUNYAI FORUM REMAJA PEDULI HIV AIDS DAN SETIAP KECAMATAN SUDAH MEMPUNYAI 1 KELOMPOK PER KECAMATAN, DAN UNTUK MENGATASI PKDRT SUDAH MEMBENTUK P2TP2A.

POKJA II
PEMBINAAN UP2K KEMUDIAN DIADAKAN LOMBA YANG BEKERJA SAMA DENGAN INTAN (INSTITUT PERTANIAN) UNTUK PELATIHAN BUDIDAYA ANGGREK DENGAN BIAYA HANYA DENGAN RP. 1000 YANG KEMUDIAN DIGUNAKAN UNTUK KONSUMSI DAN NARASUMBER. PELATIHAN DILAKSANAKAN PADA HARI SELASA DENGAN MATERI YANG BERBEDA – BEDA
UNTUK ANAK USIA DINI DIBENTUK SD2ITK YAITU SIMULASI DETEKSI DINI INTERVENSI TUMBUH KEMBANG.

POKJA III
UNTUK MENGGUNAKAN PRODUK LOKAL DENGAN CARA SETIAP PERTEMUAN DIANJURKAN MENGGUNAKAN PRODUK BAHAN LOKAL.
DALAM PEMANFAATAN LAHAN
SETIAP KELUARGA ADA PEMILAHAN SAMPAH DAN SUDAH DIBENTUK BANK SAMPAH
PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL MEMPUNYAI PROGRAM DB4MK+TB ( DESA BEBAS 4 MASALAH KESEHATAN DAN TBC) DAN TIM PENGGERAK PKK MEWUJUDKAN DB4MK+TB DENGAN PEMBENTUKA KP IBU (KELOMPOK PENDAMPING IBU) YANGG BERFUNGSI UNTUK PENDAMPINGAN KEPADA IBU HAMIL DAN IBU MENYUSUI AGAR MEREKA MELAKUKAN PERSALINAN DENGAN MENGGUNAKAN TENAGA KESEHATAN, DAN INISIASI MENYUSU DINI. SASARAN KP IBU YAITU IBU HAMIL DAN IBU MENYUSUI.  DINAS KESEHATAN MELAKUKAN PELATIHAN UNTUK BIDANG YANG AKAN MENJADI PENDAMPING IBU.

PELATIHAN PEMUKIMAN SEHAT BERBASIS RUMAH TANGGA
TEMPAT : BALAI DIKLAT PMD YOGYAKARTA
TANGGAL : 17 - 21 SEPTEMBER 2012


PESERTA YANG MENGIKUTI PELATIHAN :
1.    KABUPATEN SUMEDANG
2.    KABUPATEN GARUT
3.    KABUPATEN BANDUNG
4.    KOTA BANJAR
5.    KABUPATEN MAGELANG
MATERI :
1.    DINAMIKA KELOMPOK
2.    PENGUATAN PROGRAM PKK
3.    KOMPETENSI KADER PKK
4.    KUNJUNGAN LAPANGAN
NARASUMBER :
1.    DITJEN PMD
2.    TP. PKK PROVINSI DIY
3.    SIKIB KABUPATEN KULONPROGO

PELAKSANAAN PELATIHAN DIAWALI PEMBUKAAN YANG DILAKSANAKAN PADA HARI SENIN KEMUDIAN DILANJUTKAN DENGAN MATERI DINAMIKA KELOMPOK. DIDALAM MATERI TERSEBUT DITERANGKAN APA YANG SEBENARNYA DIPERLUKAN DALAM PEMBENTUKAN TIM KERJA.  ETOS KERJA SANGAT DIPERLUKAN UNTUK PENINGKATAN KERJA. ARAH PENGUATAN GERAKAN PKK DENGAN PERAN PEMERINTAH DALAM PEMBINAAN PKK DILAKUKAN DENGAN BEBERAPAA KEGIATAN YAITU :
-    DUKUNGAAN PENYEDIAAN REGULASI
-    PENGGUNAAN KAPASITAS KELEMBAGAAN
-    PENGUATAN SDM
-    SARANA DAN PRASARANA
UNTUK PENGOPTIMALISASI GERAKAN PKK DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA TP. PKK DIY  MEMBENTUK LSM YANG BERGERAK DI BIDANG PENDIDIKAN DAN KESEHATAN YANG CSR BERASAL DARI LUAR NEGERI, SEHINGGA MEREKA DAPAT MELAKUKAN PEMBERIAN PMT 2 KALI DALAM SEMINGGU UNTUK USAHA PENINGKATAN GIZI ANAK.
DAN UNTUK PENINGKATAN PEDAPATAN KELUARGANYA DENGAN PEMANFAATAN PISANG YANG TIDAK LAKU DIJUAL DENGAN DIBUAT TEPUNG PISANG. YANG KEMUDIAN HASILNYA DIPAKAI DULU SENDIRI LEBIHNYA KEMUDIAN DIJUAL KE PASARAN MELALUI POSDAYA.



INTEGRASI PEMBINAAN POLA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN
UNTUK OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN WANITA DALAM TERAPAN GREEN ECONOMY KONTRIBUSI LOKAL TERHADAP PERCEPATAM MDGs MAKA TERBENTUKLAH SIKIB YANG DIPELOPORI OLEH ISTI KABINET BERSATU, SALAH SATU SIKIB YANG MENGIMPLEMENTASIKAN VISI MISINYA YAITU DI KABUPATEN KULONPROGO DALAM BENTUK UNIT PELAYANAN MOBIL HIJAU. MOBIL HIJAU MEMBERIKAN INFORMASI DAN MENERAPKAN PEMBINAAN BERKELANJUTAN DENGAN MELALUI PROGRAM DIKENAL DENGAN LIMA MARI YAITU :
1.    MARI KELOLA SAMPAH
2.    MARI TANAM DAN PELIHARA
3.    MARI HIDUP RAMAH LINGKUNGAN
4.    MARI BUAT LUBANG RESAPAN BIOPORI
5.    MARI JERNIHKAN AIR
DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ADA BEBERAPA CARA :
UNTUK SAMPAH DAUN KERING DAPAT DIBUAT BRIKET SAMPAH, DAN UNTUK SAMPAH RUMAH TANGGA DAPAT DIJADIKAN PELET IKAN.
CARA PEMBUATAN BRIKET SAMPAH :
  • SAMPAH KERING DIKUMPULKAN LALU DIMASUK KEDALAM TONG
  • SETELAH ITU SAMPAH DIBAKAR DENGAN TONG DITUTUP
  • SETELAH PEMBAKARAN SELESAI KEMUDIAN BUBUK SAMPAH ITU DI AYAK
  • SETELAH DIAYAK DICAMPUR DENGAN TEPUNG KANJI YANG SUDAH DI KASIH AIR,
  • KEMUDIAN DI CAMPURKAN ADONAN KANJI DENGAN SERBUK SAMPAH DENGAN KADAR AIR 20% ATAU APABILA DIPERAS DENGAN TANGAN TIDAK MENGELUARKAN AIR.
  • BUBUK SAMPAH YANG SUDAH DICAMPUR KANJI DI BENTUK SESUAI DENGAN KEINGINAN
  • SETELAH DICETAK KEMUDIAN DIANGIN-ANGINKAN TERLEBIH DAHULU JANGAN LANGSUNG DI JEMUR TERKENA SINAR MATAHARI KARENA AKAN PECAH.
  • SETELAH AGAK KERING LALU JEMUR SAMPAI KERING, KEMUDIAN BRIKET SIAP PAKAI

TEHNIK FASILITASI
ADA 2 PENDEKATAN DALAM TEHNIK FASILITASI
  1.  PAEDEGOGI YAITU PENDEKATAN DIMANA GURU TIDAK SAMA DENGAN SISWA, GURU PUNYA OTORITAS YANG LEBIH DARI SISWA
  2. ANDAGOGI YAITU GURU BIASA DISBUT FASILITATOR DAN PEMBELAJARNYA DISEBUT PESERTA
MEMPELAJARI TEHNIK FASILITASI BERGUNA UNTUK BAGAIMANA CARA KITA SEBGAI KADER DALAM PROSES MENSOSIALISASIKAN PROGRAM AGAR SAMPAI KEPADA MASYARAKAT,

KEPEMIMPINAN SITUASIONAL
PEMBERIAN MATERI INI DILAKUKAN AGAR BAGAIMANA CARA KITA MEMIMPIN SUATU KELOMPOK AGAR DAPAT MEMPENGARUHI WARGA UNTUK DAPAT MENGIKUTI PROGRAM YANG DISAMPAIKAN.

 

Selasa, 14 Agustus 2012

PELANTIKAN KETUA TP. PKK KECAMATAN DAN
SOSIALISASI PENDANAAN TP. PKK KECAMATAN DAN DESA  TAHUN 2013


Ketua TP. PKK Kabupaten Ny. Hj. Kurnia Dadang M. Naser melantik 6 Ketua TP. PK Kecamatan yang pindah sesuai dengan perpindahan Para Camat ke daerah yang baru.
Ketua TP. PKK Kecamatan yang dilantik adalah :

  1. Ketua TP. PKK Kecamatan Margahayu
  2. Ketua TP. PKK Kecamatan Margaasih
  3. Ketua TP. PKK Kecamatan Soreang
  4. Ketua TP. PKK Kecamatan Banjaran
  5. Ketua TP. PKK Kecamatan Nagreg
  6. Ketua TP. PKK Nagreg
setelah pembacaan naskah pelantikan dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari Ketua TP. PKK yang disaksilan oleh Camat sebagai Ketua Dewan Penyantun.
Kemudian acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Pendanaan TP. PKK Kecamatan dan Desa untuk tahun 2013 dengan Nara sumber dari BPMPD dan BAPPEDA. disana dikatakan bahwa pada tahun 2013 pendanaan PKK Kecamatan dan Desa tidak akan melalui TP. PKK Kabupaten lagi melainkan langsung dititipkan ke Kecamatan dan Desa tetapi diluar dari anggaran Kecamatan dan Desa.
didalam sambutannya Ketua TP. PKK Kabupaten Bandung Ny. Hj. Kurnia Dadang M. Naser mengatakan kepada Kecamatan dan Desa agar tidak menghapuskan anggaran PKK yang sudah ada pada Anggaran Kecamatan dan Desa karena adanya titipan anggaran PKK yang dititipkan Kabupaten ke Kecamatan dan Desa.






Sabtu, 21 Juli 2012


Kepada seluruh Anggota TP. PKK se  Kabupaten Bandung
Kami Ketua dan Pengurus PKK Kabupaten Bandung Mengucapkan
" MARHABAN YA RAMADHAN "
Selamat menunaikan Ibadah Puasa 1 Ramadhan 1433 H
Mohon Maaf Lahir dan bathin, semoga ibadah puasa kita mendapat rahmat Allah SWT

Sabtu, 24 Maret 2012

Pelaksanaan Panen Perdana Padi Polibag
di Desa Melatiwangi Rw. 06 Perum Bintang Agung


Pelaksanaan Panen di Hadiri oleh Ketua Pokja III TP. PKK Kabupaten Bandung, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung,Camat Kecamatan Cilengkrang, Ketua TP. PKK Kecamatan, Kepala Desa Melatiwangi dan Para Pengurus TP.PKK Desa Melatiwangi.

didalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan mengatakan bahwa "Warga di RW tersebut sudah bisa memanfaatkan pekarangan dengan penganekaragaman budidaya sayuran "beliau pun mengatakan bidang pertanian bukan hanya untuk pertanian saja tetapi aspek ekonominya juga" setelah itu langsung dilakukan panen yang diawali oleh Kepala Dinas Pertanian, dan beliau menilai bahwa hasil panen padi polibag tersebut dinilai memuaskan.


Acara dilanjutkan dengan melihat pemanfaatan lahan pekarangan dengan penanaman berbagai sayuran, tanaman kresek dan kolam lele, dan lahan  KWT. dan diakhiri dengan ramah tamah.



Senin, 06 Februari 2012

Lokasi Desa Terpadu P2WKSS Tahun 2011

Lokasi Desa Terpadu P2WKSS Tahun 2011



Dari Hasil Peninjauan maka di putuskanlah Desa Nengkelan Kecamatan Ciwidey
sebagai Lokasi Desa terpadu P2WKSS Tahun 2011.


Desa Nengkelan berada di Dataran tinggi, yg iklim udaranya sangat dingin dan curah
hujannya lebih banyak dibanding daerah lain di Kabupaten Bandung. Dan
ada beberapa daerah di Desa tersebut yang rawan longsor termasuk di 100 KK yg
akan diajukan sebagai daerah Lokasi P2WKSS sekarang.sudah 2 kali terjadi longsor, sehingga ada beberapa kk yang di alihkan lokasi rumahnya karena rumahnya sudah tidak bisa lagi ditempati.




Rumah 100 KK yang akan dijadikan binaan rata rata berupa bilik dan papan, karena menurut
warga disana, memakai bilik atau papan lebih hangat dibandingkan dengan
rumah permanen.dan jamban yang mereka miliki masih berada diluar rumah dan masih dalam keadaan
atap terbuka, dengan menggunakan sumur timba. 

Senin, 02 Januari 2012

Tahun Baru 2012

 
Kami segenap Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung
Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2012
semoga di Tahun 2012 Tim Penggerak PKK 
Lebih maju 

Minggu, 20 November 2011

Sikat Gigi bersama dan Kebersihan Mulut

Sikat Gigi dan Kebersihan Mulut


Acara Gosok gigi bersama dan kebersihan mulut dilaksanakan di Halaman Mesjid Al-Fathu dan diikuti oleh anak dari TK dan SD Perwakilan di Kecamatan Soreang.
Acara tersebut dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK, didalam sambutannya beliau mengatakan bahwa sakit gigi adalah penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Kabupaten Bandung dan di Jawa Barat. Kesehatan gigi merupakan awal dari pertumbuhan anak - anak.




Gosok gigi pun dimulai dibimbing oleh Dokter gigi dan Perawat Gigi. Disana dijelaskan bagaimana cara menggosok gigi yang benar. 


Senin, 14 November 2011

Kunjungan TP. PKK Kabupaten Asahan

KUNGJUNGAN KERJA TP. PKK KABUPATEN ASAHAN

Kunjungan Kerja TP. PKK Kabupaten Asahan Ke TP. PKK Kabupaten
Bandung bermaksud untuk melihat hasil UKM Binaan TP. PKK Kabupaten Bandung.
Rombongan diterima di UKM Inna Coekis yang berlokasi di Kecamatan Cimenyan.
Rombongan tiba ditempat pada pukul 10.00 WIB langsung ke Lokasi untuk
melihat Produksi Macam - macam kue Inna Coekis.
setelah selesai acara di Tempat Produksi rombongan langsung dibawa ke Cafe D'tuik
yang masih dikelola oleh Ibu Inna Pemilik Inna Coekis.
disana juga ada produk hasil Daur Ulang, rombongan diajak berkeliling untuk melihat proses daur ulang.
setelah itu baru acara ramah tamah dan makan siang. 
acara berakhir sekitar pukul 12.30. 

Selasa, 27 September 2011

Lomba Menu 3 B dan Lomba Olahan serba Ikan

LOMBA MENU 3B DAN LOMBA OLAHAN SERBA IKAN
TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT

1. Lomba Menu 3B
    Mempunyai Thema :  Panganku Beragam, Bergizi seimbang dan Aman (3B)
    dilaksanakan di Aula Barat Gedung Sate pada Tanggal 27 September 2011.
    Lomba diikuti oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten / Kota se Jawa Barat.
    Dan Pemenang Lomba diraih oleh : Kota Cimahi.


2. Lomba Olahan Serba Ikan
    dilaksanakan di Aula Timur Gedung Sate pada Tanggal 27 September 2011.
    Lomba diikuti oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten / Kota se Jawa Barat.
    Dan Pemenang Lomba diraih oleh : Kota Cimahi

    

Senin, 12 September 2011

Kunjungan ke Korban Traficking

Kunjungan TP. PKK Ke Korban Traficking

Kunjungan TP. PKK Kabupaten Bandung dengan SKPD terkait ke Korban Traficking Tenaga Kerja Indonesia di Saudi Arabia yang bernama panggilan Ninit usia 33 tahun di Desa Sukawening Kecamatan Ciwidey. Bekerja di Saudi Arabia selma 2 tahun Meninggalkan anak 2 yang masih kecil. Diperkirakan Korban meninggal sejak dari Arab Saudi, karena melihat fisik korban yang sangat mengenaskan.
Tim Penggerak PKK Kabupaten memberikan bantuan kepada anak - anak korban dan keluarganya